Tanda hidupmu semakin berkualitas adalah
2. Kamu semakin dekat dengan Allah
Emosi positif ataupun negative yang dikelola dengan baik akan menjadi kebaikan dan menghasilkan Tindakan yang lebih baik.
Bagaimana melakukannya? HOW TO?
A. SAPA DIRIMU SECARA BERKALA
Biasakan untuk menyapa diri sendiri dengan metode Butter Fly Hug yaitu posisikan tangan kanan di pundak kiri dan tangan kiri di pundak kanan seakan memeluk diri sendiri lalu sapalah dirimu dengan kalimat berikut ini :
1. “Wahai diriku, apa kabar kamu hari ini?”
2. “Apa yang sedang kau rasakan hari ini?”
3. “Apa yang ingin kau ungkapkan hari ini? Ungkapkan lah!” (sedih kah, emosi kah, Bahagia kah, sakit kah, ungkapkan segalanya)
4. “Wahai diriku, maafkan selama ini aku tidak menjagamu.” (katakan maaf jika sakitmu karena tidak menjaga makanan yang baik, katakana maaf jika kamu menggunakan mat aini untuk melihat yang tidak baik, katakana maaf jika menggunakan kaki ini melangkah ke tempat yang tidak baik)
5. “Terima kasih karena telah menemaniku kemanapun aku pergi”
6. Lakukan komitmen untuk melakukan kebaikan bersama
B. UBAH SUDUT PANDANGMU
Ganti kalimat, “Kenapa ini terjadi kepadaku?” dengan kalimat yang tepat menjadi, “Apa yang bisa aku pelajari dari ini?”.
Jika ada masalah bayangkan apabila “IDOLA” Anda menghadapi masalah ini maka apa yang akan ia pikirkan dan apa yang akan ia lakukan?
C. MENGGERAKKAN EMOSI
Caranya dengan:
1. Release & Express: Berdamai dengan luka, hasilkan karya. Release dengan metode unsend letter (Surat yang tidak dikirim, artinya kamu dapat menulis apa yang kamu rasakan saat itu baik untuk diri sendiri atau orang lain namun jangan dikirim surat it uke orang yang bersangkutan, setelah ditulis boleh dihancurkan tulisannya).
2. Move & Transform: Pindak dan lakukan aktivitas yang menghasilkan energi. Ada Sebagian orang ketika marah ia bergerak membersihkan rumah, olahraga, dll. Namun yang paling baik adalah bergerak sholat.
3. Act & Legacy: Pemicu untuk menolong orang lain. Ada orang yang kecewa dengan dunia pendidikan yang tidak menghargai dirinya yang miskin, maka rasa kecewa itu menjadi pemicunya untuk mendirikan sekolah sendiri.
Call To Action :
“Saat kamu mampu mengubah emosi menjadi energi, maka saat itu hidupmu dipenuhi berbagai solusi”
================================
Dahlia, 08 Februari 2025
Review Materi Webinar Pagi
MENGUBAH EMOSI MENJADI SOLUSI
By : Jamil Azzaini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar