Jumat, 07 Juni 2024

BAGAIMANA CARA MEMANFAATKAN BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA?



Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui apa itu Bonus Demografi. 

Bonus Demografi adalah masa dimana penduduk usia produktif (15-64) lebih besar jika dibandingkan dengan usia non produktif. Apa manfaat Bonus Demografi bagi suatu negara? Salah satu manfaatnya adalah mampu merubah perekonomian negara dari negara berkembang menjadi negara maju. Dan ini adalah kesempatan dan modal besar bagi kita untuk memajukan bangsa dan negara. Modal untuk menghapus kemiskinan.

Perlu kita ketahui bahwa Bonus Demografi adalah anugerah dari Allah SWT, sebab untuk mendapatkan momentum ini tidak dapat didesign oleh suatu negeri, ini menyangkut tentang angka kelahiran dan kematian. dan yang bisa mendesign kelahiran dan kematian seseorang hanyalah Sang Pemilik Langit dan Bumi. Untuk itu wajiblah kita bersyukur akan hal ini, dan sebagai tanda syukur alangkah baiknya kita berupaya untuk optimal memanfaatkan momentum emas ini.

Ada beberapa negara yang berhasil memanfaatkan moment ini diantaranya Jepang dan Korea Selatan.

Jepang pernah terpuruk akibat jatuhnya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Namun di tahun 1950an, Jepang memiliki Bonus Demografi, dan mereka berhasil memanfaatkan moment ini dengan mengoptimalkan kinerja penduduk produktifnya untuk menghasilkan tingkat produksi yang tinggi, terbukti hampir seluruh alat elektronik di rumah kita adalah buatan Jepang. Sehingga 20 tahun kemudian, pada tahun 1970an, Jepang berhasil melesat menjadi negara maju yang perekonomiannya berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Begitu juga dengan Korea Selatan. Konflik perang saudara antara Korea Selatan dan Korea Utara pada tahun 1950-1953 sempat menjadikan negara ini sebagai salah satu negara termiskin di Asia. Namun pada tahun 1970an Korea Selatan mendapat Bonus Demografi, dan mereka juga berhasil memanfaatkan momentum emas ini. Dengan mengoptomalkan kinerja penduduk produktif, mereka membuka industri-industri rumah tangga untuk membuat komponen handphone, dan mungkin saat ini Anda sedang menggunakan handphone buatan korea selatan. Berkat usaha ini, 20 tahun setelah bonus demografi, tepatnya di tahun 1990an Korea Selatan menjadi negara maju dengan haigh income rate.

Namun adakah negara yang tidak berhasil memanfaatkan momentum emas ini? Ada, negara itu adalah Negara Brazil dan Negara Afrika Selata. Kita dapat melihat kondisi kedua negara ini. Minimnya lapangan pekerjaan menyebabkan banyaknya pengangguran, dan tidak menutup kemungkinan kriminalitas di negara ini pun semakin meningkat.

Lantas pertanyaannya, "Apakah Indonesia mampu memanfaatkan momentum emas bonus demografi ini?"

Banyak dari kita berharap agar Indonesia dapat maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Jika dilihat dari faktor ekonomi, kedua negara ini tampak maju dan berhasil memanfaatkan moment bonus demografi. Namun banyak yang menyayangkan dari kedua negara ini, ternyata mereka masuk ke dalam kategori negara yang tingkat bunuh dirinya tertinggi di seluruh dunia. Apa yang salah dari kedua negara ini? kita bahas ya.

Lebih dari 50% masyarakat Korea Selatan tidak memiliki agama atau kita sebut atheis. Sementara di Negara Jepang, jumlah penduduk beragama lebih banyak dari jumlah penduduk itu sendiri, artinya satu orang di negara ini dapat menganut lebih dari satu agama, misalnya lahir menganut Shinto, menikah beragama kristen, dan meninggal beragama Budha. Melihat ini apa yang dapat kita simpulkan? bahwa mereka adalah negara yang tidak bertauhid. Bayangkan jika mereka memiliki masalah, dan mereka harus berdo'a, mungkin mereka juga bingung harus berdo'a ke tuhan yang mana ^_^.

Satu pertanyaan lagi, "Apakah Indonesia harus mengikuti jejak Negara Jepang dan Korea Selatan?" NO.... Indonesia punya caranya sendiri.

Kita tau bahwa berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 di alenia ke-3 terdapat kalimat,"Atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka Rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaanya.". Artinya apa? bahwa Indonesia itu merdeka berkat Rahmat Allah. Dan diawal juga saya mengatakan bahwa bonus demografi adalah berkat anugrah Allah SWT. Jadi jika ditanya, "Bagaimana cara memanfaatkan bonus demografi ini?", maka kita harus kembalikan kepada Sang Pemilik Langit dan Bumi.

Sebenarnya Allah sendiri sudah memberitahukan caranya dalam Al-Qur'an yaitu, "Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, pasti Kami akan limpahkan berkah dari langit dan bumi". (Q.S Al-A'raf, ayat 96).

Jadi jelas ya, caranya adalah beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Jadilah negara Indonesia yang bertauhid. Pahlawan kita terdahulu pun sudah merumuskannya dalam sila pertama pancasila yaitu 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. 

Maka, yuk.. kita sama-sama berupaya untuk melaksanakan segala perintah-NYA, dan menjauhi segala larangan-NYA.

Sampai saat ini, 'sudah berapa banyak larangan Allah yang sudah kita langgar?' Kita semua pasti sudah dapat menjawabnya. Mulai dari larangan untuk melaksanakan riba. Utang negara yang semakin hari semakin meningkat, dan masih banyak lagi, naudzubillah... Semoga Allah mengampuni kita semua dan menjaga negeri ini.


By : @dahliafitriyani_




Tidak ada komentar:

Posting Komentar