Sabtu, 14 Oktober 2023

MIMPIKU SEMALAM

Pernahkah kalian dihadirkan dalam suatu tempat asing yang tidak tau dimana, situasinya bagaimana, dan bingung hendak melakukan apa?


Seketika aku berada diantara mereka ribuan orang yang sedang berkumpul di lapangan. Sesaat aku baru tau bahwa mereka berkumpul untuk menyambut kehadiran keluarganya yang pulang berperang. Seorang istri menunggu suaminya, anak perempuan menunggu ayahnya, dan seorang ibu menunggu anak laki-lakinya.


Dalam penantian itu, tersirat wajah-wajah bahagia mereka meskipun belum pasti apakah yang dinanti akan kembali. Karena ada keyakinan dalam diri mereka bahwa yang tak kembali pasti syahid membawa panji Illahi.


Samar-samar, terdengar suara dari kejauhan "Mujahid datang, mujahid datang, Allahu Akbar". Bergegas mereka berlari, menyambut kedatangan para mujahid dengan tersenyum lebar. Aku pun ikut berlari sambil membenarkan posisi kerudung yang dikenakan, seakan-akan ada seseorang yang juga sedang kunantikan.


Aku melihat ada yang memeluk ayahnya, suaminya, dan anak laki-lakinya. Ada yang diam saja dengan senyum dan do'a karena yang dinanti tak pernah kembali. 


Lalu bagaimana dengan diriku? aku kebingungan, bingung dengan diriku sendiri, bingung dengan situasi yang kuhadapi. Apakah aku juga sedang menanti kehadiran seseorang? Siapa yang kunanti?


Sekian lama menunggu, tidak ada tanda-tanda yang kunanti akan datang. Tak lama terdengar suara seseorang berkata kepadaku, "Itu dia, bukankah dia orang yang kau tunggu?". 


Dari kejauhan aku melihat laki-laki berkuda mendekat ke arahku. Semakin dekat, kuda itu berhenti tepat dihadapanku. Tampilannya bak pimpinan perang, berseragam lengkap dengan membawa pedang dan busur panah yang diselempangkan di dadanya. Ya... Aku melihatnya. Dia tepat dihadapanku. 


Kulihat dia mengulurkan tangannya padaku, seakan ia ingin aku menyambut tangan gagahnya. Kuikuti saja skenario mimpi ini, ku sambut tangan itu. Ku cium tangannya bolak-balik. Ciuman pertama dengan menggunakan keningku, lalu kucium dengan hidungku, dan terakhir kucium tangannya dengan bibirku. Tak ku sangka ia membalas ciuman itu dengan kedua telapak tangannya memegang pipiku, lalu diarahkan kehadapan wajahnya dan kemudian ia ciumkan bibirnya ke keningku. 


Akhhh... Senyumanku melebar, jantungku berdebar tak tertahan. Tersentak aku terbangun dari tidur dengan bibir yang masih tersenyum dan sedikit buliran air mata diujung mataku.

#Melting 😅



Tidak ada komentar:

Posting Komentar