Selasa, 24 Oktober 2023

SYAHID YANG DIRINDUKAN




Hari ini kembali beredar video-video kekejaman zionis terhadap warga Palestine. Mereka dibantai tanpa ada lagi rasa perikemanusiaan. Anak-anak dan perempuan dibombardir dengan begitu kejam. Rumah sakit bahkan rumah ibadah umat islam dan kristiani ikut diluluhlantahkan dengan serangan tiada henti. 

Namun diantara video kekejaman yang beredar, masih saja tampak ada wajah-wajah yang tersenyum. Wajah-wajah calon penghuni surga yang bangga menjadi syahid. Seakan mereka rindu gugur dengan status syahid. Ketika ada saudaranya yang meninggal di reruntuhan, mereka berteriak, 

"Saudaraku sayhid, saudaraku syahid, Allahu Akbar".

Mereka bangga menjadi syahid.

Mereka senang.

Mereka meyakini bahwasanya mereka kelak akan bertemu dengan orang-orang yang mereka rindukan dan berkumpul di surganya Allah. 

Inilah syahid yang dirindukan.


Ini mengingatkan kita dengan kisah Ummul Mukminin Aisyah r.a. ketika wafat. Saat itu datanglah seorang sahabat, Abdullah Ibnu Abbas r.a. ia berkata kepada Aisyah r.a

"Berbahagialah wahai Ummul Mukminin, sebentar lagi engkau akan bertemu dengan Rasulullah. Hanya tinggal menunggu keluarnya ruh dari jasad". Diam-diam Aisyah r.a. tersenyum mendengar kata-kata Abdullah bin Abbas, bahwasanya ia memang merindukan Rasulullah dan orang-orang yang mendahulukannya. Ia rindu pada Allah SWT. Ia terbayang kepada janji Allah SWT yang akan memasukkannya ke surga bersama kekasih hatinya Rasulullah saw dan orang-orang beriman.

Teringat pula dengan kisah Fatimah Azzahra putri Rasulullah saw. Ketika Rasulullah hendak wafat, Fatimah mendapat bisikan istimewa dari ayahnya, Rasulullah berkata bahwa anggota keluarga yang terlebih dahulu akan menyusulnya adalah Fatimah Azzahra. Bukan takut karena dekatnya ajal, justru Fatimah Azzahra bahagia dengan kabar yang ia dapatkan sampai ia tertawa mendengarnya. Tau akan waktu wafatnya semakin dekat, ia tersenyum bahagia, menyiapkan diri, menanti-nanti akan bertemu dengan ayahnya Rasulullah saw yang dirindukan. 


Apakah ini yang juga dirasakan oleh orang-orang di Palestine? Tetap tangguh dan teduh mempertahankan negeri Palestine. Dipaksa mundur, tidak pernah mau mundur. Berjihad sampai titik darah penghabisan. Berjihad sampai ajal menjemput dan menyandang gelar syahid. Karena mereka sudah memahami nikmatnya mati syahid. Mereka meyakini dengan syahid kelak mereka akan bertemu dengan Allah SWT, Rasulullah saw, dan keluarganya yang lebih dulu syahid. Berkumpul di surganya kelak. 


Syahid yang dirindukan.

Bagaimana mungkin kelak kita akan saling mencari di surga, jika di dunia saja kita tidak saling merindu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar