Salah satu ciri orang pendusta agama adalah tidak suka memberi makan orang miskin.
Salah satu amalan yang disukai Allah adalah memasukan rasa bahagia kepada orang lain 😍.
Dua (2) penyakit yang sering muncul bagi orang yang suka berbuat baik :
- Jaza-an, berharap dibalas
- Syukura, berharap ucapan terima kasih
Hati-hati, siapa yang mengatakan/merasa dirinya ikhlas biasanya ikhlasnya kurang ikhlas.
Ikhlas itu laksana tukang pengantar paket, tugasnya hanya memastikan paketnya sampai tanpa berharap apapun.
Bagaimana dengan kita yang biasa menjadi pengantar paket rezeki ke orang lain (berbagi sedekah)?
Apakah kita bisa seperti tukang paket?
Tanpa berharap ucapan terima kasih ketika kita memberi?
Tanpa tersinggung jika penerimanya tidak datang menampakkan wajahnya?
Cukup memastikan paket rezekinya sampai kepada yang berhak tanpa dikotori dengan maksud apapun?
Ikhlas itu hanya berfokus pada satu tujuan, dan tak perduli dengan yang lain. Selama Allah ridho cukup sudah. Layaknya tukang paket yang hanya fokus paketnya sampai.
Lantas bagaimana caranya agar kita dapat ikhlas? Apakah sebaiknya sedekah dengan bersembunyi cukup menulis nama "Hamba Allah"?
Menutup nama saat bersedekah dengan nama "hamba Allah" bukanlah tolak ukur keikhlasan. Abu bakar dan Umar saja terang-terangan dalam bersedekah.
وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Karena bersembunyi ataupun terang-terangan dalam bersedekah bukanlah tolak ukur keikhlasan dalam berbagi kebaikan. Cukuplah hanya berharap ridho Allah.
Terang-terangan dalam bersedekah berpotensi riya', sedangkan sembunyi-sembunyi berpotensi ujub.
Hati-hati ya kawan, takut dikira riya' itulah riya' yang sesungguhnya. Karena dia masih takut penilaian orang . Jadilah peserta lomba yang berharap penilain juri saja, yang bukan juri tidak usah didengerkan. Berharap saja hanya kepada Allah, jangan kepada orang lain.
Sekali lagi jadilah seperti tukang paket yang tidak penting namanya diketahui atau tidak. Mau panitianya nulis nama anda ataupun tidak bukanlah masalah, karena fokus anda hanyalah mengantar paket, paket sampai maka urusan selesai.
🥰🥰
By : Kak Dahlia (Fitri Story)
Tulisa dirangkum dari kajian inspirasi subuh Pola Pertolongan Allah oleh Ustadz Muslim Alfatih (UMA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar