Mulai dari mana?
Mulailah dengan taubat. Menyadari diri ini tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, sehingga munculkan rasa penghambaan kepada Allah, lalu perbanyak ngaku', dan beristighfar kepada Allah atas dosa-dosa yang dilakukan.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًايُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًاوَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا_“maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”_
( Q.S. Nuh [71]: 10 – 12 )
*APAKAH ALLAH MENCINTAIKU?*
Pertanyaan yang merayuku untuk introspeksi..Kemudian kucoba membaca Al Qur'an...
Kudapati ternyata Allah mencintai orang-orang yg sabar... Kulihat diriku...Ah betapa sedikitnya kesabaranku...
Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berjihad...Kulihat diriku...Ah amat lemahnya aku, melawan nafsuku...Kurang kesungguhan ku menaatiNya...
Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berbuat Ihsan...Apalagi ini...Teramat jauh diriku dari derajat ihsan..Hatiku gundah...Tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku...
Kucoba lagi membuka lembaran yang lain dalam Al Qur'an..Lalu aku dapati...Ternyata Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat...Aku segera merenung... Mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku... Segera lisanku berucap..Astagfirullah wa atuubu ilaihi...
Malu sama Allah jika kita melakukan dosa, bertaubat,, dosa lagi,, taubat lagi,, dosa lagi,, taubat lagi,, dan seterusnya ??
Kita tidak boleh putus asa bertaubat dari dosa yang terulang. Karena itulah maunya setan, menghalangi manusia terlepas dari Rahmat Allah.
Teringat pesan indah dari Imam Ibnu Rajab; _‘Jika kalian tak mampu bersaing dengan para shalihin dalam amal ibadah, berlombalah dengan para pendosa dalam istighfarnya.’_
Pesan ini dapat menjadi kabar gembira bagi yang sedang berputus asa, namun juga dapat menjadi bencana jika kita salah memanfaatkannya. Karena kita tak pernah tau akhir hidup ini. Apakah kita bisa menjamin bahwa penghujung hidup kita adalah saat pertaubatan?? Bagaimana jika saat melakukan dosa yang berulang? Naudzubillah..
Astaghfirullahal'adzim..
Astaghfirullahal'adzim..
Astaghfirullahal'adzim..
By :
Kak Dahlia (Fitri Story)
Diambil dari rangkuman kelas Inspirasi Subuh Pola Pertolongan Allah oleh Ustadz Zaenal Muttaqin
Cek kajian lengkapnya di YouTube RQ PPA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar