"Kok anak saya suka marah-marah, ngamuk tiap kali minta sesuatu, bahkan sampai mecahin barang? Pusing saya sebagai orang tuanya"
Ini kalimat keluhan yang biasa diucapkan orang tua pada kami gurunya di sekolah. Dan sekarang saya juga mendengar keluhan yang sama dari orang tuanya ponakan sendiri.
Realitanya memberi masukan kepada wali murid (orang lain) lebih mudah ketimbang memberi masukan kepada orang tua dan nenek ponakan sendiri. Apalagi untuk saya yang masih hidup sendiri.
Dalihnya, "Kamu belum merasakan apa yang kami rasakan. Makanya nikah, dan rasakan sendiri bagaimana punya anak". Nyessss... Yang jomblo pasti paham gimana sakitnya kalimat ini.
"Apakah harus punya anak dulu baru boleh mendidik ponakan?".
Padahal saya hanya bilang kalau mendidik anak itu harus jelas HITAM dan PUTIH nya. Namun kebanyakan karena dalih CINTA dan SAYANG mereka mendidik dengan cara ABU-ABU.
Maksud ABU-ABU itu nggak jelas :
Niatnya mau bilang NO, namun karena anaknya udah nangis dan keburu tantrum, akhirnya di kasih YES.
Dari awal janji nggak beli mainan, eh saat di depan toko mainan anaknya merengek, guling-guling minta mainan. Takut orang tuanya malu akhirnya dibelikanlah mainan untuk anaknya.
Dari awal janji nggak beli es krim, eh liat anak yang lain pada beli es krim, orang tuanya kasihan, akhirnya dibelikan, dalihnya karena sayang.
Inilah namanya ABU-ABU.
Hati-hati. Rengekan, teriakan, dan tangisan anak itu bisa jadi senjata anak untuk mengalahkan orang tuanya agar bilang YES menuruti kehendak anak.
Setelah sekian lama dan lelah dengan sikap anak yang demikian, tanpa sadar orang tua ngeluh, "Ini anak KEBIASAAN".
Hahaha... Lucu... Padahal yang membiasakannya orang tua sendiri.
ABU-ABU.
Ngakunya SAYANG, CINTA, tapi nggak sadar sikapnya sebagai orang tua sebenarnya sudah menjerumuskan anak sendiri.
Orang tua punya peran besar yang menyebabkan anaknya terjerumus. Agak kasar ya, maaf. Tapi emang harus tegas. Mendidik anak itu bukan main-main. Salah didik, fitrah anak jadi hilang.
Kan sudah ada hadistnya, bahwa “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi."
Jadi orang tua tidak hanya beres setelah melahirkan, kasih papan, pakaian, dan pangan. No...Tidak cukup di situ saja.
“Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (terj. Qs. At-Tahrim ayat 6)
Ali bin Abi Thalib ra mengatakan bahwa makna “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah “didiklah mereka dan ajarkan ilmu kepada mereka (addibhum wa ‘allimhum)".
Rasulullah bersabda, “Tidak ada suatu pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada adab (akhlak) yang baik.” (HR Tirmidzi)
==============================
Siapa yang merasakan hal yang sama dengan saya?
Tetap semangat. Jangan berhenti sharing. Nggak mempan dengan kata-kata, bisa dengan tulisan seperti saya.. 😁😁🤭🤭
Tidak ada komentar:
Posting Komentar