Pernah kah kita mendengar ada orang yang merasa lebih soleh, lebih baik amal ibadahnya, sehingga ia meremehkan orang lain? Ketika ia sudah diberi taufiq oleh Allah untuk melakukan ketaatan seperti puasa senin kamis, atau sholat malam, maka ketika ia melihat orang lain yang tidak beramal seperti amalannya, ia memandang orang itu dengan pandangan rendah, disepelekan, seakan-akan dirinya yang paling soleh.. Naudzubillah...
Ada sebuah kisah dari Imam Malik bin Anas rahimahullah dengan seseorang yang ahli ibadah. Kisah beliau disebutkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar dalam kitab At-Tamhid.
Kita tahu bahwa imam malik adalah seorang imam dalam ilmu hadist, senang berkumpul untuk membicarakan ilmu dan hadist.
Pada suatu waktu ada seorang ahli ibadah yang bernama Abdullah bin Abdul Aziz Al-Umari, menulis sebuah surat kepada Imam Malik. Isi suratnya adalah motivasi kepada Imam Malik agar lebih banyak menyendiri lalu banyak beramal, jangan banyak berkumpul dan membicarakan ilmu (membicarakan hadist).
Setelah membacanya, Imam Malik langsung menulis balasan surat itu, yang berisi sebagai berikut :
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu membagi amal ketaatan seperti membagi rezeki"
"Mungkin ada orang yang dibukakan pintu sholat untuknya, tetapi dia tidak dibukakan pintu puasa"
"Dan orang lain mungkin Allah bukakan pintu sedekah, tetapi tidak dibukakan pintu puasa'
"Dan orang lain mungkin Allah bukakan pintu jihad untuknya, tetapi tidak dibukakan pintu sholat sunnah untuknya'"
"Menyebarkan ilmu dan mengajarkan ilmu termasuk amal kebaikan yang palig afdhal"
"Dan saya pun ridho kepada Allah atas dibukakannya pintu tersebut untukku"
"Dan saya berpandangan bahwa amalku ini tidak lebih rendah daripada amalmu"
"Dan saya berharap kita berdua di atas kebaikan'
"Dan masing-masing kita wajib untuk ridho dengan pembagian Allah SWT"
Wassalam...
Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini, terutama isi surat balasan Imam Malik bin Anas rahimahullah ini?
Bahwa kita jangan sampai merendahkan amal kebaikan orang lain.
- Ketika kita dimudahkan untuk sholat malam, jangan pernah merendahkan orang lain yang tidak bisa sholat malam
- Ketika kita dimudahkan puasa senin kamis, jangan rendahkan orang lain yang tidak bisa puasa senin kamis.
- Ketika kita bisa sedekah jor-joran, sedekah brutal, jangan pula rendahkan orang lain yang belum bisa bersedekah
- Ketika kita dimudahkan Allah untuk berjihad / berdakwah, jangan rendahkan orang yang tidak bisa berjihad / berdakwah.
Karena sebagaimana perkataan Imam Malik, bahwa amalan itu seperti rezeki, Allah bukakan, Allah bagi-bagi kepada hamba-NYA sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Dan yang terpenting jangan sampai merendahkan. Seperti dalam balasan suratnya Imam Malik, "Bahwa kita berdua berada di atas kebaikan".
Amalmu tidak lebih baik dari amalku. Mungkin mereka memiiki amal rahasia yang hanya diketahui oleh Allah swt, yang nilainya bisa jauh lebih besar dari amal-amal kita. Wallahu alam.
Maka dari itu, terus saja berbuat baik, dan berdo'alah sama Allah, seperti engkau berdo'a meminta untuk dibukakan pintu-pintu rezeki, maka berdo'alah meminta untuk dibuka kan pintu-pintu amal kebaikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar