Rabu, 06 Desember 2023

MEMBALAS KRITIK DENGAN SYA'IR, BOLEH?



Di zaman Rasulullah, ada tiga penyair dari kalangan sahabat yang menjadi kebanggaan umat islam. Diantaranya :

Pertama, Ka'ab bin Malik 

Beliau dijuluki sebagai penya'ir perang. Berikut salah satu contoh sya'ir yang ia buat dikala perang :

Kami telah menghabisi semua keraguan suku Tihamah dan Khaibar, kemudian kami menyatukan pedang. Kami memilih pedang itu, dan seandainya ia bisa berbicara maka dia akan memilih menyerang Daus dan Tsaqif


Kedua, Abdullah bin Rawahah
Beliau mengabdikan dirinya demi kejayaan islam dan membela Rasulullah dari hinaan kaum musyrikin dengan bakat penya'ir yang ia miliki. Beliau juga sering menyemangati kaum muslim di medan perang dengan sya'irnya. Ketika akan berperang, beliau bersya'ir, "Wahai jiwaku, jika kamu tidak terbunuh di perang ini, maka kelak engkau juga akan mati, dan inilah gerbang kematian yang ada di hadapanmu. Kematian sebagai syuhada yang selama ini engkau rindu telah diberikan kepadamu. Jika engkau menyambutnya, maka engkau akan mendapat hadiah dari Tuhanmu".


Ketiga, Hassan bin Tsabit
Beliau adalah tuan para penyair karena kehebatannya diantara penyair-penya'ir lainnya, bahkan beliau pernah diminta langsung oleh Rasulullah SAW untuk membalas kata-kata kasar Abu Sufyan bin Harits penyair pendukung Qurais. Sya'ir yang dibuat saat itu adalah, "Engkau mencaci Muhammad dan aku menjawab cacian itu, dan di sisi Allah akan mendapat pahala. Engkau mencaci orang yang diberkahi, baik dan hanif, orang yang Allah percaya sebagai utusan yang menepati janji". Rasulullah sangat menyukai sya'ir-sya'irnya sehingga ia dijuluki sebagai 'Sya'ir Al Rasul' yang artinya Penyair Nabi SAW.


Diantara mereka sempat berniat hendak berhenti membuat sya'ir karena turunnya firman Allah dalam surat Asy-Syu'ara ayat 224. Namun Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin itu berjihad dengan pedang dan lisannya"

Rasulullah pun pernah berkata kepada para penyair ini, "Balaslah kritikan, ejekan, orang-orang Quraisy itu, karena hal itu (kritik balasan) lebih memberatkan mereka dibandingkan tembakan anak panah".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar