"Barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anaknya, dan meninggalkannya begitu saja, berarti ia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. Kerusakan pada diri anak kebanyakan datang dari sisi orang tua yang meninggalkan mereka dan tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam agama berikut sunah-sunahnya", Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Komitmen 3 ikatan
- Ikatan Spiritual
- Ikatan Pernikahan
- Ikatan Pengasuhan
A.d.1 Ikatan Spiritual
Lakukan Parenting Ilahiyah!!
Maksudnya selalu minta sama Allah, minta dibimbing, minta ditemani, minta izin, pokoknya apa-apa ngadu sama Allah, dan melibatkan Allah dalam setiap urusan. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Laporan terus sama Allah.
Tidak baper, tidak kecewa dan tidak sakit hati sama anak. Jika anak ada salah sama kita maka buru-buru maafin dia, jangan sampai anak banyak dosa karena perlakuan dia dan kita tidak memaafkannya. Dan buru-buru kita pun minta ampun kepada Allah.
Orang tua berbuat maksiat, maka vibrasinya akan sampai ke anak. Maka akan mempersulit aktivitas anak misalnya seperti hapalan anak akan terhambat.
Intinya : Orang tuanya harus stop perbuatan maksiat. Stop pelanggaran syariat.
A.d.2 Ikatan Pernikahan
Buatkan road map pernikahan seperti :
- Visi Misi pernikahan (grand design)
- 5 tahun awal (quick win yang tersusun), langkah inisiatif yang dilakukan bersama. Misal buat jadwal dan prosentase sedekah, jadwal GJB bersama anggota keluarga, dll
- Self cleaning (bersihkan luka batin diri dan kenali pasangan), kenali pasangan, kenali bahasa cinta pasangannya, kenali tangki jiwanya. Paksakan belajar.
A.d.3 Ikatan pengasuhan
"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing)", Q.S Ali Imran :33
Allah sudah memberi contoh yang dapat dijadikan pembelajaran dalam keluarga melalui kisah para nabi.
Mendidik anak laki-laki tidak sama dengan anak perempuan.
Peran Ayah dan Peran Bunda
Peran Bunda >> Peran praktis
Peran Ayah >> Peran strategis
๐Peran Praktis Bunda Dalam Proses Tumbuh Kembang Anak :๐
- Tender love (cinta yang lembut), akan bermasalah jika hubungan dengan suami tidak baik. Jika hubungan baik maka membawa getaran semangat, dan full cinta kepada anak.
- Emotional Bonding (Ikatan emosi/hati) di usia 0-7 tahun berikan ikatan emosi kepada anak. Sepenuh cinta, penuh kehangatan, memberi ikatan positif.
- Stimulasi dan Amunisi (Mengobrol, bercanda, tertawa, melatih empati, dll), Hal ini sangat tergantung jejak pengasuhan si ibu. Jika ada luka batin pada ibu di masa lalu maka akan mempengaruhi pola asuh ibu ke anaknya yang sekarang.
๐Peran Strategis Ayah dalam Proses Tumbuh Kembang Anak :๐
- Penuhi kebutuhan fisik serta psikis ibu dan anak. Berikan pelukan cinta yang benar-benar sampai ke anak dan istri. Jika psikis ibu dan anak terpenuhi maka istri akan optimal mendidik anak, anakpun akan semakin baik.
Sibuklah menjadi ayah yang berkualitas di waktu yang terbatas. Jadilah ayah yang dirindukan oleh anak.
- Menyatukan prinsip pengasuhan, samakan pola dalam mendidik anak bersama istri. Misal pola membangun anak harus disepakati bersama, buatkan dengan sengaja.
- Membuat pola pengasuhan dan road map nya, buatkan bersama seperti membuat kurikulum pendidikan, harus sama. Tugas ayah membuat ini, dan dilakukan bersama dengan istri.
- Terlibat sejak dini, berikan waktu terbaik kepada anak. Jika ayah memberi waktu kepada anak maka anak pun akan memberikan waktunya untuk kita. Selalu ada hubungan sebab akibat.
- Demonstratif
- Luangkan Waktu, Loving ,modeling, Coaching, Teaching
Fase Instill tumbuh kembang anak :
- Lingkungan rahiim (0-9 bulan), Fase The Best Early Connecting (Q.S An-Nahl), Fase ini adalah fase pengenalan TAUHID awal.
# Tauhid Rububiyyah (pengenalan tauhid dengan ciptaan-Nya). Ajak obrol anak saat di dalam rahim. Kasih waktu untuk bayi dalam perut bunda.
# Tauhid Al Asma' wa Ash Shifat. Ngobrol sama di bayi, misal : adek Allah itu punya sifat Ashobuur, adek juga nanti punya sifat Ashobuur ya dek penyabar.
Ketika istrinya hamil, dijaga betul istrinya dari pandangan, tontonan, pendengaran yang kurang baik.
- lingkungan lahir (0- 2 tahun), Penglihatan, pendengaran dan hati nurani. Ajak anak ngobrol, tertawa, berikan ekspresi kepada anak, bicara dengan kosakata yang benar. Bacakan kisah-kisah nabi, kisah-kisah heroik sahabat nabi, bacakan Al-Qur'an dan Sunah sebanyak-banyaknya, walaupun tidak paham tetap berikan yang terbaik.
Fase rahiim dan lahir ini penting untuk diperhatikan dan dilakukan oleh ayah di fase ini. Pastikan bunda/Ibu merasa AMAN FISIK dan AMAN PSIKIS dan merasakan DISAYANG.
- lingkungan usia 2-7 tahun, Lingkungan anak-anak rasa aman, dan disayang. Walaupun dia salah maka tetap sabar, jangan pernah ada kalimat2 tidak baik yang keluar dari mulut kita. Pastikan anak melihat hal-hal yang baik2 saja.
3 Potensi Anak :
Pendengaran
Penglihatan
Hati Nurani
Harus diimbangi dengan 3 perlakuan ayah bunda :
1. Pengabaian
2. Pembiasaan
3. Keteladanan
Bersambung.......
Salam Bahagia
Kak Dahlia (Fitri Story)
Tulisan ini dirangkum dari kajian Happy Parenting Class oleh Ustadz Rijal PPA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar