Untuk itu tugas kita adalah memberi pemahaman kepada keduanya. Bukan justru menghakimi. Atau jangan-jangan kita sebagai orang tua juga perlu diberi pemahaman. Kenapa tidak? Ketika terjadi pembulian pada anaknya, justru orang tualah yang merasa seolah-olah paling terintimidasi.
Ya.. saya tau setiap orang tua menyayangi anaknya. Sakitnya anak adalah sakitnya orang tua. Namun kita sebagai orang tua harus cerdas bagaimana menyikapi kejadian ini.
Beberapa orang tua tidak terima jika anaknya diperlakukan semena-mena. Dan saya juga yakin beberapa orang tua yang lain juga tidak terima jika mendapat teguran perihal prilaku anaknya.
Jadi jelas, masalahnya bukan hanya di anak-anak. Namun juga pada kita sebagai orang tua. Justru kita yang harus banyak belajar dan memperbaiki diri. Seperti banyak hal terapis yang mengatakan, "Jika kita ingin menjadikan anak lebih baik, maka orang tuanya lah yang lebih dahulu diperbaiki".
Jika prilaku bullying ini terjadi di sekolah, maka kita juga harus libatkan pihak sekolah untuk membantu menyelesaikannya.
Guru memberi pemahaman kepada murid di sekolah. Selain itu juga guru berhak memberikan pemahaman kepada orang tuanya. Di rumah, orang tua juga memberi pemahaman kepada anaknya masing-masing. Tentunya dengan bahasa yang sama, agar satu frekuensi, sehingga terbentuklah pemahaman yang sama.
Karena kita semua harus kerja sama menghentikan prilaku bullying pada anak usia dini. Ini adalah tanggung jawab kita.
Mari kita belajar lagi ayah bunda. Perbanyak membaca, ikuti Class parenting, dan ikuti E-Course agar anak tahan bully
By :
Kak Dahlia (Fitri Story)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar