"Sekarang kamu lempar gelas itu, lalu kamu ambil dan satukan kembali. Begitulah hatiku padamu"
"Ibarat kaca yang sudah pecah, jika disatukan masih tetap retak, hatiku pun juga demikian, tidak akan bisa utuh seperti dulu"
Sahabat semua pasti pernah mendengar istilah-istilah di atas. Dan mungkin ada yang pernah berkata demikian.
Apa iya hati kita seperti gelas dan kaca? Begitukah kita menganggap hati ini?
Mau punya hati retak lama-lama rusak?
Mau merasakan sakit hati seumur hidup?
Padahal kita tau siapa Sang Pencipta Hati.
Mudah bagi Allah untuk menghilangkan dan menghancurkan hati ini. Semudah itu pula Allah akan memperbaiki luka-luka di hati bahkan mengganti hati ini, sahabat.
Jangan pernah kau rendahkan Allah dengan menyamakan ciptaanNYA. Kita tau bahwa Allah sudah berikan penawar luka hati ini dengan Dzikir, Al-Qur'an, dan sedekah. Bahkan kita harus yakin bahwa Allah juga memiliki sparepart hati ini.
Gurunda pernah berkata, "Jika dzikirmu, sujudmu, sedekahmu dan bacaan Al-Qur'anmu masih belum menyembuhkan luka hati. Mungkin hatimu sudah benar-benar rusak. Maka jalan satu-satunya berdoa dan mintalah gantinya pada Allah Sang Pemilik Hati".
"Ya Rabb,, Hamba ngaku Yaa Rabb, hati ini sakit, perih, luka. Jika hamba melihatnya rasa sakit ini semakin sakit. Meskipun hamba sudah dzikir sebanyak yang hamba bisa, hamba sudah baca Al-Qur'an, namun masih sakit ya Rabb. Mungkin hati ini sudah rusak Ya Rabb.. Ya Rabb, Hamba tau Engkau Maha Pemilik Hati, untuk itu hamba mohon Ya Rabb, Engkau ganti hati yang rusak ini dengan hati yang baru Yaa Rabb".
Coba, dan rasakan bagaimana hasilnya. Dan ceritakan di kolom komentar.
Oh ya.. perlu diingat, "Luka di hatimu bukan tentang masalahmu dengan seseorang. Namun tentang urusanmu denganNYA. Karena hati ini bukan miliknya, tapi milikNYA". Jadi jangan pernah kita menyalahkan orang lain terhadap sakitnya hati diri ini.
By :
Dahlia Fitri Yani
(Fitri Story)
========================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar